Dikutip dari Lintas.co.id, Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar menegaskan bahwa jika ada pelatih yang tidak mau dikritik alias anti kritik, lebih baik mundur saja dari jabatannya.
Apakah ini ditujukan kepada pelatih Persib, Djadjang Nurdjaman, yang beberapa pekan terakhir menuai tekanan setelah tim berjuluk Maung Bandung tak kunjung tampil apik di kompetisi Liga 1 musim ini?
Djanur (sapaan Djadjang Nurdjaman) sendiri akhir-akhir ini menuai banyak kritikan para pendukung Persib (Bobotoh). Pasalnya, performa Pangeran Biru masih jauh dari harapan meskipun kerap beruntung meraih poin. Padahal, Persib diperkuat banyak sekali pemain top, termasuk duo marque player Michael Essien dan Carlton Cole.
“Kalau ada pelatih atau siapa saja yang tak mau dikritik, lebih baik mundur. Sebagai manajer saya juga punya tanggung jawab di Persib,” tegas Umuh Muchtar beberapa waktu lalu.
“Saya tak menyalahkan Bobotoh yang selama ini mengkritik. Saya baca di koran dan mendengar radio. Itu hak mereka memberi penilaian untuk Persib. Kalau tidak puas (dengan kinerja tim), pasti mereka bicara dan langsung mengkritik (pelatih). Tapi segala kritikan yang datang intinya untuk kebaikan Persib,” tambah pria yang akrab disapa Wa Haji ini.
Umuh Muchtar memang sempat menyinggung masa depan Djadjang Nurdjaman di Persib dan akan dilihat setelah laga melawan tuan rumah Bali United nanti. “Mudah-mudahan di Bali ada perubahan, karena hasil laga nanti juga berisiko untuk pelatih,” tandasnya.
“Saya harus jujur terangkan kelemahan dan kekurangan tim. Saya ingin tim lebih ngotot lagi. Kalau masih monoton, saya tidak akan ragu-ragu. Saya punya hak untuk memberhentikan siapapun,” tegas Umuh Muchtar.
Sumber: lintas.co.id

No comments:
Post a Comment