Nama Pierre Njanka Beyaka kini sudah tak lagi terdengar di telinga pecinta sepakbola Tanah Air pasca dirinya memutuskan kembali kenergaranya, Kamerun 2012 silam. Pemain yang pernah menjadi ikon Arema Indonesia musim 2009-2010 tersebut memutuskan gantung sepatu setelah kontrak berakhir di Persisam Samarinda.
Alasan pemain yang kini berusia 42 tahun tersebut gantung sepatu lantaran alasan keluarga. Terlebih kembalinya dia ke Kamerun lantaran orangtuanya kala itu wafat. Meski telah memutuskan untuk gantung sepatu, namun Njangka tetap berkecimpung dalam bidang sepakbola yakni dengan membina pemain usia belia di negaranya.
Awal karir Njanka menjajahkan kaki di Indonesia yakni dengan membela Persija Jakarta pada 2008, kemudian ia pindah ke Arema Indonesia pada 2009. Saat membela sekuad berjuluk Singo Edan tersebut karir Njanka sangat bersinar dimana ia dipercaya oleh pelatih Robert Albert sebagai kapten tim dan berhasil membawa Arema juara Indonesia Super League (ISL) 2009.
Namun, kemudian Njanka meninggalkan Arema saat terjadi dualisme, kelahiran 14 Maret 1975 itupun akhirnya hengkang dan sempat bergabung dengan Persisam Samarinda, serta tim asal Aceh, Aceh United.
Sebelumnya Pierre Njanka telah menjadi bagian dari skuad timnas Kamerun di ajang Piala Dunia 1998 dan 2002, serta Piala Afrika 2004. Sebanyak 47 caps telah ia koleksi bersama salah satu negara kuat Afrika itu. Kala itu ia juga pernah memperkuat tim di liga utama Prancis, yakni RC Strasbourg dan CS Sedan Ardennes.
Kini kabar menegenai kondisi kehidupan Njanka di Kamerun dusah tak pernah terekspos lagi di media.
Sumber : http://id.ucnews.ucweb.com

No comments:
Post a Comment