Setiap musim tiga dari klub yang finish terbawah Premier League akan digantikan tiga klub dari divisi kedua Inggris, Championship. Mereka-mereka yang berjuang keras di Championship akan diberi kesempatan untuk menjajal (lagi) kasta tertinggi Inggris.
Newcastle United – musim lalu terdegradasi – sudah dipastikan kembali ke Premier League musim depan setelah menjuarai Championship. Dan kemudian Brighton & Hove Albion yang menjadi runner-up juga otomatis ke Premier League. Sekarang tinggal menanti Huddersfield Town dan Reading yang akan mendapat tiket Premier League dari play-off. Klub-klub ini akan menggantikan Hull City, Middlesbrough dan Sunderland
Newcastle terdegradasi dari Premier League musim 2015-2016, padahal mereka hanya tertinggal dua poin dari Sunderland yang duduk di peringkat 39. Namun, di musim 2016-2017 peningkatan drastis terjadi pada klub ini setelah ditangani Rafael Benitez yang dipecat Real Madrid.
Newcastle meraih trofi Championship dengan sulit, bahkan masih bertarung dengan Brighton & Hove Albion hingga matchaday terakhir. Newcastle tertinggal satu poin di matchday terakhir dari Brighton, namun mereka menang telak 3-0 melawan Barnsley sedangkan Brgihton imbang 1-1 melawan Aston Villa yang memastikan pasukan Benitez juara divisi kedua Inggris ini.
Beberapa bintang Newcastle angkat kaki dari klub ini setelah mereka terdegradasi, tetapi pemain seperti Dwight Gayle – top skorer klub di Champiosnhip dengan 23 gol – Matt Ritchie, Ayor Perez dan Jonjo Selvie tetap setiap pada Newcastle. Dengan manajer Rafael Benitez, musim depan Newcastle akan semakin kuat.
2. Brighton & Hove Albion
Ini musim pertama Brighton di Premier League. Sebenarnya mereka pernah merasakan kasta tertinggi Inggris pada musim 1983 dan mencapai Final FA Cup pada tahun tersebut, tetapi pada tahun yang sama mereka terdegradasi dan tak pernah kembali lagi. Itu berarti mereka sudah absen di divisi utama Inggris selama 34 tahun.
Brighton hampir saja menjuarai Championship musim ini, namun karena mereka terpeleset pada laga terakhir – imbang 1-1 melawan Aston Villa – membuat tim asuhan Chris Hugton ini harus rela memberikan trofi kepada Newcastle.
Brighton memiliki skuat yang agak berusia seperti Glen Murray, top skorer mereka (33 tahun), Tomer Hemed (30 tahun), Bruno Saltor (tampil 42 kali walau usianya 36 tahun) dan Sam Baldock yang mencetak 11 gol (28 tahun). Brighton juga saat ini masih meminjam bintang muda Arsenal Chuba Akpom, namun kurang mengesankan. Mereka butuh penyegaran untuk menyambut Premier League musim depan.
3. Huddersfield Town atau Reading
Tempat terakhir Premier League akan diperebutkan Huddersfield dan Reading. Kedua tim ini akan bertarung di babak final play-off pada hari Minggu (29/5). Huddersfield mengalahkan Sheffield Wednesday di semi final sedangkan Reading mengalahkan Fulham.
Huddersfield punya sejarah yang hebat di divisi utama Inggris, mereka salah satu klub yang bisa juara tiga kali berturut-turut (rekor yang hanya bisa di capai Arsenal, Liverpool dan Manchester United). Terakhir kali merasakan divisi utama Inggris pada tahun 1971 dan prestasinya terus merosot. Sekarang mereka punya kesempatan besar untuk kembali ke divisi utama Inggris.
Reading di era sepakbola modern sudah keluar masuk Premier League. Sejak penggunaan nama Premier League tahun 1992 sudah tiga kali bermain di kompetisi teratas Inggris ini. Namun, empat tahun terakhir mereka absen dari Premier League. Reading tentu menang pengalaman dari Huddersfield.
Tetapi, melihat perjalanan kedua tim di Championship musim ini keduanya sama kuat. Reading finish di posisi tiga sedangkan Huddersfield di posisi empat, mereka tertinggal empat poin.
Sumber : http://maribacaberita.com


No comments:
Post a Comment