Berita Liga Inggris : David Luiz dapat dengan mudah tetap bertahan di Paris St Germain (PSG) musim panas lalu, namun dirinya memilih mengambil risiko dan kembali ke klub asal kota London Barat.
Di PSG Luiz adalah seorang yang disukai, dirinya memenangkan dua kali gelar juara Liga Perancis dan beberapa piala, serta masih tersisa kontrak selama tiga tahun dengan gaji 130 ribu Euro per minggu.
Namun, pemain berkebangsaan Brazil tersebut memilih untuk mendapatkan potongan gaji dan mengambil risiko kembali ke sebuah negara yang menyebutnya sebagai seorang pemain yang dikendalikan oleh seorang berumur 10 tahun pada permainan Playstation.
Hinaan tersebut datang dari pengamat sepakbola Sky TV Gary Neville pada bulan November 2011 saat debutnya bersama Chelsea dan harus menelan kekalahan pada laga tersebut. Sekarang, medali gelar juara Premier League sudah berada dalam genggaman dan Final piala FA sudah tampak di depan mata. Luiz menyatakan bahwa kembalinya ke Chelsea bukan untuk membuktikan bahwa semua orang salah menilainya, namun ia kembali karena dia seorang yang suka mengambil risiko.
Namun beredar rumor yang menybutkan bahwa kepindahan Luiz kembali ke Chelsea dikarenakan ia tidak akan menjadi pemain pilihan pelatih baru PSG Unai Emery musim ini, dan saat Chelsea melakukan tawaran kepadanya ia memilih untuk kembali dan itulah mengapa kepindahannya dengan dana 32 juta Euro terasa sangat cepat di hari terakhir jendela transfer musim panas lalu.
Namun apapun alasannya ia telah membuktikan bahwa dirinya adalah salah satu bek tengah terbaik dunia. Saat ditanya tentang bagaimana ia membantu Chelsea yang musim lalu menempati rangking 10 hingga menjadi juara Premier League dan berkesempatan peroleh double winner musim ini di bawah arahan Pelatih Antonio Conte, ia menjawab “Dua tahun yang lalu Chelsea memenangkan gelar juara Premier League. Musim lalu bukanlah musim yang baik, namun musim ini kami melakukanya dengan baik, bukan hanya karena saya namun karena semua orang.”
“Ini karena komitmen, hasrat, mental yang terus terjaga setiap setiap hari di lapangan. Setiap hari kami bekerja keras dan untuk itulah kami layak mendapatkannya.”
“Saya memenangkan banyak hal di Paris. Saya di sana selama dua tahun dan selama itu kami memenangkan piala Liga. Saya memiliki kehidupan dan nama baik di sana. Saya memiliki segalanya di Paris dan mengambil resiko untuk kembali ke sebuah negara yang tidak menyukai saya.”
“Mereka selalu mengkritik saya di sini, bahkan jika saya memenangkan Liga Champions, Piala Eropa, dan bermain pada setiap pertandingan. Itulah mengapa ini adalah sebuah resiko dan saya menyukai resiko. Jika kamu tidak berani mengambil resiko dalam hidupmu maka kamu tidak akan merasakan sesuatu yang baru jadi saya merasakan sesuatu yang baru dan saya menyukainya.”
Sumber : http://id.ucnews.ucweb.com/story

No comments:
Post a Comment