Update Berita Olahraga dari Dalam dan luar Negeri

Wednesday, May 24, 2017

4 Hal yang Harus Dilakukan Persija untuk Segera Bangkit di Liga 1

Persija Jakarta saat ini sedang kesulitan memetik kemenangan di kompetisi Liga 1 2017.
Tim berjuluk Macan Kemayoran itu baru memiliki enam poin dari tujuh pertandingan yang sudah dilakoni.
Enam poin itu didapatkan ketika menang melawan Persiba Balikpapan, dan ditahan imbang Barito Putera, Bali United, serta Mitra Kukar.
Sisanya, Bambang Pamungkas dan koleganya ditekuk oleh Madura United 0-1, Persela Lamongan 0-1, dan PSM Makassar 0-1.
Hasil itu juga yang membuat Persija harus puas berada di posisi ke-15 di atas Perseru Serui yang memiliki lima poin, Persegres Gresik dengan empat poin, dan Persiba dengan satu poin.
Catatan negatif itu sepertinya kurang pas untuk diraih oleh tim sebesar Persija.
Melihat dari materi pemain Persija saat ini bisa dibilang lebih bagus ketimbang musim kemarin.
Dari 28 pemain Persija, ada sekitar 13 nama baru yang masuk di musim ini.
Ke-13 pemain itu di antaranya Jefri Kurniawan, Pandi Lestaluhu, Muhammad Rasul, Rohit Chand, Arthur Irawan, Sandi Sute, Evraim Awes, Muhammad Hargianto, Rudi Widodo, Luis Carlos Junior, Ryuji Utomo, Irfandi Zein, dan Bruno da Silva Lopes.
Lantas apa yang membuat Persija mengalami keterpurukan di pekan awal Liga 1?
SuperBall.id mencoba mencari beberapa faktor yang membuat tim ibu kota itu sedang merindukan kemenangan.
1. Faktor Pelatih 
Sejak kehadiran Stefano Cugurra Teco menjadi pelatih Persija, harapan besar didengungkan oleh The Jakmania.
Suporter Persija itu memberikan kepercayaan penuh kepada Teco yang sudah berpengalaman di Liga Thailand selama tujuh musim terakhir.
Namun rupanya harapan itu tidak sesuai dengan kenyataan saat ini, di mana Teco baru mempersembahkan satu kemenangan untuk Persija.
Juru taktik berusia 43 tahun itu terlihat kesulitan untuk mengembangkan taktik dan strateginya ketikan Persija butuh gol demi mengincar kemenangan.
Teco selalu berkata ketika sesi jumpa pers bahwa keberuntungan masih belum berpihak ke Persija.
Itu didasari dengan adanya tendangan yang hampir selalu mengenai mistar gawang ketika bertanding.
Pelatih asal Brasil itu pun juga selalu gagal mempersembahkan kemenangan di laga kandang di empat pertandingan.
Teco pun diberikan tenggat waktu sampai Persija melawan Perseru Serui di Stadion Marora, Serui, Kepulauan Yapen, Papua Barat, Minggu (28/5/2017).
Jika dalam laga melawan Perseru, Persija tidak berhasil menang, maka kemungkinan besar Teco akan didepak oleh Manajemen klub berjuluk Macan Kemayoran.
Sebab, sebelumnya Manajemen Persija meminta Teco mendapatkan minimal empat poin dalam tiga laga melawan Mitra Kukar, Bali United, dan Perseru.
Saat ini Teco baru mengumpulkan dua poin dari laga melawan Mitra Kukar dan Bali United.
Artinya harus ada perubahan dari segi pelatih bila memang Persija ingin bangkit ke depan.
Sebab, The Jakmania juga sudah melihat permainan Persija seperti apa dan meminta Teco untuk mundur.
2. Masih Pertahankan Formasi 4-3-3 
Dari pertandingan pertama hingga ketujuh, tidak ada perubahan taktik formasi yang dilakukan oleh Teco.
Ia selalu menerapkan formasi 4-3-3 yang diandalkan ketika melatih klub-klub di Thailand.
Formasi tersebut terlihat tidak berjalan efektif dengan pemain Persija saat ini.
Aliran bola dari lini tengah ke depan juga tidak berjalan dengan baik, bahkan salah passing lebih sering terjadi.
Dua musim terakhir, para pemain Persija saat ini lebih sering menggunakan formasi 4-2-3-1.
Formasi itu terlihat lebih berkembang dengan cukup kuat di lini tengah.
Namun Teco masih belum bisa memastikan akan menggunakan formasi 4-2-3-1.
Sebab selain formasi 4-3-3, Teco mengklaim juga menggunakan formasi 4-4-2 yang terlihat belum bagus dipraktekan Ismed Sofyan dkk.
Setidaknya harus ada formasi baru agar terlihat tidak minim strategi dari Teco.
Sebab, formasi saat ini bisa dibilang belum memuaskan dari segi permainan Persija.
3. Buruknya Produktifitas Lini Depan dan Tengah Persija
Persija menjadi salah satu klub yang belum banyak mencetak gol di Liga 1.
Sejauh ini lini depan Persija baru menyumbangkan empat gol dari tujuh pertandingan yang sudah dilakoni.
Empat gol itu dibukukan oleh Rudi Widodo, Bruno da Silva Lopes, dan sepasang gol lewat kaki Luis Carlos Junior.
Jika melihat materi pemain Persija di posisi penyerang, maka kualitasnya cukup merata.
Terlebih ada Luis Junior yang menjadi pencetak gol ketiga terbanyak musim lalu dengan 18 gol bersama Barito Putera.
Namun, permasalahan di sini bukan lebih kepada lini depan Persija saja, tetapi ke sektor gelandang.
Para penyerang Persija terlihat cukup minim untuk mendapatkan bola dari gelandangnya.
Beberapa kali para penyerang Persija terlihat mengeluarkan ekpresi ketika tidak mendapatkan bola dalam pertandingan.
Akan tetapi ketika mendapatkan bola, lini depan Persija juga dibilang tidak tenang untuk mengeksekusinya.
Pada di awal-awal pertandingan, Teco selalu memasang Rohit Chand, Irfandi Zein, dan Sandi Sute di sektor tengah.
Terlihat lini tengah Persija tidak berjalan dengan rapih, bahkan salah passing sering terjadi.
Teco mengubah pemainnya dengan memasukkan Muhammad Hargianto untuk menggantikan Irfandi dan memberikan Sandi Sute lebih maju ke depan bersama Rohit.
Akan tetapi jika melihat lebih tajam, tiga pemain tersebut memiliki tipikal yang sama yakni lebih kepada gelandang bertahan.
Artinya tidak ada pemain yang lebih berani untuk menusuk ke jantung pertahanan lawan menjadi playmaker.
Sebenarnya ada opsi Ramdani Lestaluhu yang memiliki karakter permainan lebih cepat dan menusuk ke pertahanan lawan.
Tetapi Teco baru memberikan Ramdani bermain ketika Liga 1 sudah memasuki pekan ketujuh saat menjamu Bali United.
Dengan masih kurang rapinya lini tengah untuk memberikan aliran bola ke depan, Persija saat ini membutuhkan pemain lokal bertipikal playmaker.
Sebab, lini tengah Persija masih belum memberikan kontribusi yang lebih baik di beberapa pertandingan terakhir.
4. Pemain Muda yang Masih Belum Tenang
Pada kompetisi Liga 1 2017, PSSI meminta kepada setiap klub untuk memasukan lima pemain berusia U-23 ke dalam Daftar Susunan Pemain (DSP).

Dari lima pemain itu, tiga nama harus menjadi starter dan dua pemain harus bermain selama 90 menit.
Persija pun memiliki delapan pemain berusia 23 tahun, yakni Ryuji Utomo, Muhammad Hargianto, Muhammad Rasul, Pandi Lestaluhu, Ambrizal Umanailo, Rezaldi Hehanusa, Irfandi Zein, dan Evraim Awes.
Dari delapan pemain itu yang sering dimainkan oleh Teco adalah Irfandi, Ambrizal, Hargianto, Rezaldi, dan Rasul.
Ada beberapa pemain muda Persija yang bermain baik selama pertandingan seperti Hargianto dan Rezaldi.
Namun ada juga pemain muda Persija yang masih belum tenang ketika mendapatkan bola.
Dari pantauan SuperBall.id, pemain seperti Rasul dan Irfandi terlihat terburu-buru ketika mendapatkan bola.
Padahal seharusnya pemain muda bisa lebih bermain dengan tenang dan percaya diri lebih ketika berlaga.
Berbeda dengan Ambrizal yang bisa dibilang sudah bagus untuk bermain di pos sayap kanan Persija.
Namun, pemain yang akrab disapa Umay itu terlihat terburu-buru ketika mencoba masuk ke pertahanan lawan sehingga peluang terbuang sia-sia.
Pemain muda yang sering dimainkan oleh Teco ke depannya harus bisa lebih tenang ketika mendapatkan peluang atau memberikan umpan ke rekannya.
Sebab, sejauh ini penampilan mereka sudah cukup bagus dan harus bisa memberikan kontribusi lebih kepada Persija. (*)
Sumber : http://superball.tribunnews.com

No comments:

Post a Comment

Laman

Entri yang Diunggulkan

Neymar Ejek Barcelona usai Cetak Gol Perdana Bersama PSG